You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ruang Laktasi di Gedung Balai Yos Sudarso Diminati Ibu Menyusui
photo Suparni - Beritajakarta.id

Yenny Nursanti Apresiasi Ruang Laktasi di Kantor Wali Kota Jakarta Utara

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jakarta Utara, Yenny Nursanti mengapresiasi adanya Ruang Laktasi di lantai dasar Gedung Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

Sangat penting bagi ibu menyusui

Yenny mengatakan, sejak dibuat ruang laktasi bulan April 2021 lalu banyak ibu menyusui yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Ruang Laktasi ini sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) hingga tersedianya kulkas untuk menyimpan air susu ibu (ASI).

"Di Ruang Laktasi ini juga ada petugas yang siap membantu dan melayani aparatur sipil negara (ASN) dan juga tamu serta pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang saat ini sedang mengikuti ujian," ujarnya, Rabu (6/10).

100 Wanita di Cipayung Ikuti Sosialisasi ASI Eksklusif

Menurutnya, dalam sehari bisa lima hingga tujuh orang yang memanfaatkan Ruang Laktasi tersebut.

"Untuk saat ini ada peningkatan, bisa sampai 10 orang selama ada tes CPNS," ucapnya.

Ia mengimbau, perkantoran-perkantoran publik juga menyediakan ruang khusus laktasi bagi ibu-ibu yang sedang menyusui.

"Ruang ini sangat penting bagi ibu menyusui. Sebab, mereka juga perlu privacy," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

    access_time13-05-2026 remove_red_eye8400 personAnita Karyati
  2. 183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

    access_time12-05-2026 remove_red_eye2358 personAnita Karyati
  3. Rano Serahkan KJMU ke Mahasiswa UHAMKA

    access_time08-05-2026 remove_red_eye1733 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

    access_time13-05-2026 remove_red_eye1392 personDessy Suciati
  5. Transjakarta-Dinas PPAPP Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif

    access_time08-05-2026 remove_red_eye1242 personAldi Geri Lumban Tobing